Efek Buruk Hari Valentine

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSL9DS839q85xB0dQPLLvN72zilivoCdj6EPBYLgC_xA4sgoyDN
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQf5PcPO6EuI7u29hppSW54bTPEvdH4vGdZTiQRcT50u-4HtjgDOw


 Tanbihun.com – Saya baru ingat kalau sebentar lagi valentine day karena ditoko sebelah tempat saya bekerja ramai ABG yang memborong cokelat. Agaknya budaya barat itu benar-benar telah merasuki jiwa anak-anak muda Indonesia. Mereka merasa nggak GAUL kalau tidak merayakan yang konon namanya hari kasih sayang ini. Apa manfaat merayakan valentine day bagi anak-anak kita? saya sendiri tidak melihat manfaat yang bagus,selain pemborosan dan semakin melonjaknya pergaulan bebas,sex bebas dan sejenisnya.

Hari Valentine Momen Patah Hati, Gugatan Cerai Melonjak
BAGI orang (Barat khususnya), Hari Valentine semestinya merupakan saat untuk cinta dan percintaan, tapi bagi banyak pasangan suami-istri momen itu merupakan hari patah hati dan sakit hati.

Itu karena Valentine’s Day adalah “awal waktu paling sibuk untuk perceraian. Avvo.com, yang menawarkan rating dan profil gratis kepada 90 persen pengacara dan dokter berizin di AS, menyebutkan jumlah pasangan Amerika yang mencari para pengacara perceraian dan informasi terkait perceraian melonjak menjelang Hari Valentine.

“Dalam dua tahun terakhir ini kami melihat kenaikan rata-rata permintaan akan pengacara perceraian sekitar Hari Valentine, dibandingkan dengan enam bulan terakhir,” papar Mark Britton, pendiri dan CEO Avvo. “Lagi pula, jumlah pertanyaan tentang perceraian meroket 36 persen selama waktu yang sama.”

Kelly Chang, pengacara perceraian terkemuka, menimpali bahwa dia melihat kenaikan permohonan cerai tak lama setelah Hari Valentine. Ini dikaitkan dengan dua kelompok orang: “Pembuat resolusi Tahun Baru yang sempat menunda langkah dengan meneruskan resolusi mereka untuk jadi single,” dan “Menanti Tarik Nafas” yang “bersandar pada tindakan pasangan mereka pada Hari Valentine, akan memilih apakah berbaikan lagi atau mengajukan gugatan cerai.”

Cary Cheifetz, pengacara perceraian terkemuka dari New Jersey mengatakan: “Kami melihat kenaikan nyata dalam kasus-kasus perceraian sekitar Hari Valentine. Saya menilainya sebagai suatu kombinasi demam kamar, yakni orang menanti sampai berakhirnya musim liburan akhir tahun dan orang menunggu sampai mereka tahu apa bonus dan situasi penghasilan pasangan mereka pada Tahun Baru.

Hari Valentine,Hari Pemborosan
KENDATI perekonomian mulai pulih dari krisis, pepatah lama “pikiranlah yang berlaku” mungkin tak berlaku bagi banyak orang AS pada 14 Pebruari. Rata-rata pasangan berencana mengeluarkan dana tiga kali lipat lebih ba nyak pada Hari Valentine (189 dolar) dibanding jumlah uang yang akan dikeluarkan orang single pada rata-rata satu malam kencan (67 dolar).

Hal tersebut diketahui dalam sebuah penelitian terbaru oleh American Express Spending & Saving Tracker. Siapa yang paling royal dengan pengeluaran saat mengajak keluar teman kencan?  Kalangan profesional muda yang berencana mengeluarkan 255 dolar, suatu angka rata-rata yang dibelanjakan, untuk satu malam khusus dengan orang yang mereka anggap istimewa.

Semakin banyak konsumen akan makan malam di luar dan akan mengeluarkan uang rata-rata sekira 111 dolar. Pasangan yang kesemsem berat juga akan datang membawa hadiah, dengan rencana pengeluaran rata-rata 70 dolar untuk sesuatu yang istimewa itu.
Cokelat dan pakaian dalam tak jadi pilihan pada tahun ini karena hampir separuh dari semua pria AS (49 persen) mengaku akan membeli bunga untuk menunjukkan rasa cinta mereka, sementara 48 persen dari wanita mengaku tidak akan membeli apa-apa.

“Ada beberapa pertemuan sosial yang masih dilakukan dan Valentine’s Day masih dianggap sebagai suatu hari libur ketika seorang pria diharapkan menanggung sebagian besar pengeluaran, bahkan dalam 2011 aturan main masih seperti itu,” ungkap Mona Hamously, manajer urusan publik dari American Express.

sumber : analisadaily.com